Mengapa kau Renggut Harapanku

بِسْÙ…ِ اللهِ الرَّØ­ْمنِ الرَّØ­ِيمِ


Mengapa engkau begitu tega menghempaskan piala yang kuberikan padamu, padahal piala itu sudah sekian lama aku jaga dengan ketulusanku. Kemana lagi langit tempatku bernaung jika tak ada lagi cahaya yang menyinari jalanku, semua telah kau tutup hingga tak ada satupun  jalan bagiku untuk melangkah. Aku kehilangan arah dalam mencari cahayaku, begitu gelap kulihat kemanapun mataku menatap. 

Harapanku hendak meniti hidup denganmu senantiasa menghiasi setiap alunan bait doaku, walaupun kini harapan itu telah kau renggut dan hempaskan hingga hancur berantakan. Namun tak sedikitpun kusimpan rasa dendamku untukmu, karena bagiku engkau pernah menjadi cahaya dalam hidupku. 

Sungguh begitu kejam kau menghukum diriku dengan panah rindu yang menusuk jantungku, bahkan telah meruntuh dinding-dinding cinta yang tersemat dihatiku. Kalaulah sekiranya kau menyadari rasa rindu yang membuncah direlungku, menerobos ke alam rasa yang tak terbatas oleh ruang dan waktu. 

Begitu besar tekad dan keinginanku untuk berkhidmat dalam hidupmu, berusaha membahagiakanmu disetiap jalan yang ku tempuh bersamamu. Dengan cara apalagi aku mengungkapkan semua kegundahan yang mengusik hatiku, rasa yang menyelimuti hingga seluruh ruang dijiwaku. Engkaulah obat dari segala rasa sakit yang tergores dihatiku, engkau jualah jawaban dari rasa rindu yang terpatri dihatiku.

Namun kini semua itu telah luluh dan hancur hingga tak sedikitpun rasa cinta yang tersisa di jiwa. Telah kau renggut semua cita-cita dan harapan terindahku hingga tiada lagi keinginan hati ini untuk mengenal cinta. Sadarkah dirimu kalau sesungguhnya engkaulah tali pengharapanku, janganlah kau putuskan tali yang menjadi semua impianku. Hiasilah ia dengan butiran airmata yang membasahi pipimu setiap engkau berdoa padaNya.

Duhai wanita yang kucintai di alam ini…

Kenanglah aku sebagai seseorang yang pernah ada dalam hidupmu, ingatlah aku sebagai mana engkau mengingatku dulu. Jika kiranya aku bukanlah seseorang yang kau harapkan, maafkanlah segala kesalahan dan ke tidak sempurnaan yang ada pada diriku. Aku masih setia menantikan kehadiranmu disini walaupun entah sampai kapan aku harus menunggu.
"aku sangat rindu akan dikau"...
Aku sungguh ingin berada didekatmu dan menjadi bagian dalam hidupmu. Jika kiranya kau kabulkan aku ada dalam hidupmu, tak ada balasan yang kuharapkan darimu melainkan balasan yang senantiasa ku harapkan dari Dia, agar kelak kebahagiaan selalu tercurahkan padamu dan terhapuslah semua kesedihanmu. Dan aku senantiasa berharap untuk bisa menjalani hidup bersamamu. 

Duhai wanita yang kucintai di alam ini…

Di setiap malamku aku selalu teringat akan dirimu, seringkali airmata ini jatuh dan membasahi pipiku. Aku sangat menyayangi dirimu, tapi mengapa engkau tega menghancurkan segala impianku. Tiada ku sanggup menahan semua derita ini, hati dan jiwaku terasa lemah dan sunyi. Dimanapun aku berada hanyalah dirimu yang selalu kuharapkan ada disampingku. Tapi engkau telah tega mengusir hatiku yang telah kuberikan seutuhnya padamu.

Duhai wanita yang kucintai di alam ini…

Lihatlah aku yang telah kau cabikkan hatinya, inilah aku yang telah kau biarkan airmata terus mengalir menghiasi harinya, lihatlah aku yang telah kau campakkan semua keinginan dan cita-citanya, inilah aku yang telah kau renggut segala impiannya. 

Jika kelak bukan aku orang yang mengucapkan janji suci untuk hidup bersamamu di dunia yang fana ini, dan menyematkan cincin yang indah di jari manismu. Ingatlah aku sebagai seorang lelaki yang senantiasa berharap dan berdoa pada Tuhan untuk bisa menjadi orang itu. 


( 23 April 2015 ) 

Post a Comment

4 Comments

"Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan".