Aku Rindu Padamu

بِسْÙ…ِ اللهِ الرَّØ­ْمنِ الرَّØ­ِيمِ

https://www.muhammadhabibi.com/2015/02/aku-rindu-padamu.html

Mungkinkah aku harus mengikhlaskan apa yang disebut cinta, dari pada hati ini menjadi resah karenanya, atau mungkin harus kurelakan asa untuk menyayanginya, agar hati ini tahu cara mencintai seperti yang di cintai-Nya. Aku bukanlah lelaki yang mampu meredam rasa yang ada, karena bagiku rasa itu sungguh nyata untuknya, hingga kusadari betapa indanya kidung cintaku padanya. 

Aku tak ingin mengingkari rasa yang telah diberikan oleh-Nya, karena ku tak mau cinta ini menjadi hal yang tiada berguna. Tatkala rindu ini memayungi relung hatiku, saat itu pula aku tak tahu kemana harus menuju, tak mampu jua mengartikan rasa yang tersirat dikalbu. Aku takut bila rindu yang indah ini menjadi murka untukku, dikala aku terlena hingga melupakan anugerah yang telah dicurahkan untukku. 

Aku sangat tahu siapa diriku bagimu, aku juga menyadari dengan segala kekuranganku. Engkau lebih dari sekadar indah yang menghiasi hatiku, sedangkan aku hanya insan biasa yang tak memiliki apa-apa, dengan segala kekurangan yang kupunya, bukan berarti aku tidak tahu cara membahagiakan dirimu. 

Walaupun kini engkau telah jauh dariku, aku tak merasakan sedikitpun kecewaku padamu. seandainya engkau tahu betapa aku sangat menyayangimu, kelak engkaupun akan mengerti indahnya rasa yang tersimpan dihatiku. Setiap helaan nafasku selalu menyimpan bait doa untukmu, berharap kebahagiaan selalu tercurahkan padamu. 

Andai saja engkau berada didekatku, betapa ingin aku menghapus segala kesedihanmu. Takkan kubiarkan setetes airmata pun membasahi pipimu. Namun kini jarak tengah mendidik hatiku dan hatimu, untuk tahu bagaimana rasanya setia dibalik tabir menunggu. Aku akan senantiasa ingat pada kesetiaan yang kau ajarkan padaku, karena aku yakin cinta tahu kemana rumahnya, seperti kata indah yang selalu kau tutur padaku. 

Walau kini rinduku selalu menyapa disetiap waktu, hingga bahkan mengusikku dalam lamunan tentangmu, semua itu ku anggap sebagai anugerah dari Rabbku. Yang telah merelakan hati ini untuk tetap menunggumu, yang telah menguatkan jiwa ini untuk selalu menyayangimu. Aku senantiasa berharap kita akan bertemu dalam mahligai cinta yang sesungguhnya. 

Kasih…

Tahukah engkau bahwa hatiku lebih mengenal dirimu, dari segala yang kutahu tentangmu, hanya hatilah yang mampu merasakan betapa dekatnya engkau denganku. Disaat kalimat tak mampu ku lafadzkan, dikala itu pula kudengar bisikan doa yang menghiasi jiwaku. Tentangmu begitu indah mengintai hatiku, disaat aku terlelap pun masih tersirat namamu dihatiku. 

Terkadang cinta mengajariku arti mengalah dan bersabar, daripada harus kehilangan seseorang yang kusayangi. Menahan semuanya dengan penuh rasa bahagia, walaupun rapuh menghiasi derai airmata. Aku tahu siapa diriku yang banyak kekurangan, karena memang tak ada kelebihan yang bisa kau harapkan dariku. Tapi kaupun harus tahu kasih… kamulah salah satu alasanku menjadi sempurna, karena bagiku engkaulah kelebihanku. 

ya Allah…

jagalah seseorang yang jauh disana, tuntunlah ia untuk selalu dijalan-Mu, jika dia tidak tahu disini aku sangat merindu, aku senantiasa percaya Engkau Maha Mengetahui segala isi hati hamba-Mu. 

"surat hatiku dimalam minggu"


( 15 Februari 2015 )

Post a Comment

3 Comments

"Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan".